Tugas Aksiologi Pgmi
Aksiologi pendidikan
Aksiologi juga berasal dari bahasa Yunani yaitu axios yang berarti nilai dan logos berarti ilmu (teori).
Dan secara terminologi Aksiologi merupakan ilmu yang mempelajari hakikat nilai yang ditinjau dalam sudut pandang filsafat. Jadi dapat disimpulkan bahwa aksiologi pendidikan yaitu teori atau ilmu yang membahas tentang nilai. Maksudnya yaitu teori atau ilmu yang membahas tentang menilai pengetahuan yang orang lain miliki.
Aksiologi juga berasal dari bahasa Yunani yaitu axios yang berarti nilai dan logos berarti ilmu (teori).
Dan secara terminologi Aksiologi merupakan ilmu yang mempelajari hakikat nilai yang ditinjau dalam sudut pandang filsafat. Jadi dapat disimpulkan bahwa aksiologi pendidikan yaitu teori atau ilmu yang membahas tentang nilai. Maksudnya yaitu teori atau ilmu yang membahas tentang menilai pengetahuan yang orang lain miliki.
Aksiologi adalah cabang filsafat yang mengkaji tentang asas tujuan
pemanfaatan pengetahuan atau cabang filsafat yang menyelidiki hakikat
nilai, yang ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan. Dalam pengembangan
dan penerapan ilmu pendidikan, diperlukan etika profetik, yakni etika yang
dikembangkan atas dasar-dasar nilai Ilahiyat bagi pengembang dan
penerapan ilmu pendidikan. Pendidikan harus memuat nilai-nilai profetik
dan harus mempunyai nilai guna bagi manusia. Kedua permasalahan ini
merupakan salah satu kajian dalam aksiologi pendididika, khususnya
pendidikan.
Nilai-nilai dalam pendidikan merupakan hasil deduksi dari sumber
pendidikan yaitu al-Qur’an dan al-Sunnah yang dapat dikembangkan untuk
etika profetik pengembangan dan penerapan ilmu pendidikan
diantarannya: nilai ibadah, bagi pemangku ilmu pendidikan dan
penerapannya merupakan ibadah. Sesuai dengan firman Allah QS. al-
Dzariyat ayat 56.
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku.”
Ilmu pendidikan hendaknya dikembangkan untuk media berbuat
baik kepada semua pihak setiap generasi. Hal ini dikarenakan bahwa Allah
telah berbuat baik kepada manusia dengan beragam nikmat-Nya, dan
dilarang berbuat kerusakan dalam bentuk apapun. Sebagaimana firman
Allah dalam QS. al-Qashash ayat 77;
Kattsoff, Louis O, Pengantar Filsafat (Yogyakarta; Tiara Wacana Yogya, 2004) 319. terjm.
Soejono Soemargo.
Komentar
Posting Komentar